Duke Nukem Forever Game Review

Duke Nukem ForeverDua belas tahun adalah waktu yang lama untuk mengembangkan game. Logikanya, dengan waktu sepanjang itu, seharusnya hasil akhir pastilah sangat memuaskan. Nyatanya, hal tersebut tidak terjadi pada Duke Nukem Forever. Sekuel terbaru dari salah satu pionir game FPS seangkatan Doom ini malah terbilang sangat mengecewakan. Entah apa yang ada di benak para pengembangnya. Yang jelas, kentara bahwa game ini seolah-olah dibuat dengan semangat bermain-main yang nyeleneh. Duke Nukem Forever tampaknya berusaha mengumbar kelucuan. Sayangnya, unsur humor dalam game ini terkesan berlebihan dan amat dipaksakan, mirip pelawak kita yang tertawa sendiri atas guyonannya, sementara penonton justru mengumpat.

Duke Nukem Forever sendiri mengisahkan Duke yang kini hidup bak selebriti setelah keberhasilannya menggagalkan serbuan para alien dua belas tahun silam. Namun, kenyamanan hidupnya terganggu ketika para alien kembali datang menginvasi bumi. Demi menyelamatkan bumi dan ...ehm, para wanita di dalamnya, Duke pun kembali angkat senjata.

Hadir dengan kualitas grafik ketinggalan jaman untuk game modern saat ini, Duke Nukem Forever memang tidak menawarkan banyak hal. Penggambaran karakter sangat kaku dan kurang proporsional. Beruntung game ini lebih sering menghadirkan alien yang memang sah-sah saja digambarkan jelek. Namun, toh tetap ada yang bisa dipuji di sini, misalnya ketika anda bisa menulis di papan tulis atau menandatangani biografi Duke dalam permainan.

Gameplay juga tidak istimewa. Duke digambarkan sebagai superhero yang mampu bertarung dengan tangan kosong dengan para alien. Cukup aneh, mengingat Duke memiliki persenjataan yang sangat lengkap dan inovatif. Sedemikian inovatifnya sampai-sampai Duke pun punya senjata yang membuat musuhnya menjadi berukuran sangat kecil sehingga ia bisa menginjaknya hingga tewas. Sebagai seri game yang telah melegenda, Duke Nukem Forever mungkin mengecewakan. Namun, sebagai game FPS, game ini masih cukup menghibur.